Dicetuskan Annan, negara-negara kaya lamban menangani wabah Ebola karena berasal dari Afrika.
"Saya sangat kecewa akan respons tersebut... saya kecewa komunitas internasional tidak bergerak lebih cepat," tutur Annan pada BBC seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Annan, seharusnya jelas bahwa penyebaran virus Ebola dari sumbernya di Afrika Barat ke negara-negara lain hanyalah masalah waktu.
Sejauh ini, virus Ebola telah menjangkiti seorang perawat di Spanyol dan dua perawat di Amerika Serikat, yang menangani para pasien yang tertular penyakit ini di Afrika.
Annan pun menyalahkan kemampuan pemerintah negara-negara Afrika dan komunitas internasional atas krisis Ebola ini.
"Negara-negara Afrika di wilayah tersebut harusnya bisa berbuat lebih banyak dengan meminta bantuan lebih cepat dan komunitas internasional harusnya bisa mengatur diri mereka dengan lebih baik guna menawarkan bantuan," kata Annan yang menjadi pemimpin PBB hingga tahun 2006.
"Kita tidak perlu makan waktu berbulan-bulan untuk melakukan apa yang kita lakukan sekarang," ujar peraih Nobel Perdamaian itu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga Minggu, 12 Oktober, wabah Ebola tercatat telah menewaskan 4.493 orang dari total 8.997 kasus. WHO bahkan memperkirakan jumlah penderita Ebola bisa mencapai 10 ribu orang per minggu pada Desember mendatang.
(ita/ita)











































