Seperti dilansir CNN.com, Jumat (17/10/2014) serangan ini menghancurkan 19 bangunan yang dikuasai ISIS, 10 target lainnya seperti pos-pos komando dan tempat-tempat para sniper.
Pertempuran di Kobani, yang tak jauh dari perbatasan Turki, bak pertarungan jalanan yang memperebutkan perbukitan dan lingkungan sekitarnya. Pertarungan itu bahkan dapat dipantau melalui kamera TV dari Turki.
Seorang pejabat senior di militer AS mengatakan serangan-serangan terhadap sejumlah target ISIS di Kobani, seperti lokasi para sniper, merupakan taktik alami yang tidak memerlukan lagi strategi lebih luas untuk menyerang ISIS. Serangan-serangan itu juga menjadi pondasi bagi operasi AS di Suriah.
Salah seorang warga Kurdi mengatakan ISIS telah menyerang banyak bagian dari kota namun beberapa gedung dibiarkan berdiri seperti rumah sakit, gedung Asayish yang berada di tengah kota Kobani. Gedung-gedung ini adalah bagian dari perlindungan warga Kurdi.
Pasukan Kurdi menguasai pintu masuk kota sebelah barat daya dan telah merebut kembali beberapa bangunan dari ISIS yang bersebelahan dengan kawasan industri bagian timur Kobani.
Menurut salah satu aktivis, serangan udara AS selama beberapa hari terakhir telah membantu pejuang Kurdi untuk menyerang ISIS dibandingkan sikap mereka yang sebelumnya memilih bertahan.
"Tapi masih terjadi pertempuran jalanan di bagian timur dan selatan Kobani," tambah aktivis tersebut.
"Sekarang ini adalah pertempuran infanteri dan pengintaian tradisional tidak lagi bekerja," kata salah satu mahasiswa, Anthony Cordesman.
Menurutnya sangat sulit mendapatkan informasi yang benar dan membuat serangan udara menjadi ragu-ragu. Seorang pejabat Pertahanan AS mengatakan bahwa cuaca yang baik memberi peran penting dalam serangan udara Kobani.
"Di sisi lain Irak, cuaca buruk telah membuat serangan menjadi lambat," kata pejabat itu.
(bil/rmd)











































