Lagi-lagi! Pesawat Air Force yang Membawa Menlu AS Gagal Terbang

Lagi-lagi! Pesawat Air Force yang Membawa Menlu AS Gagal Terbang

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 16:15 WIB
Lagi-lagi! Pesawat Air Force yang Membawa Menlu AS Gagal Terbang
Ilustrasi (AFP)
Wina -

Lagi-lagi, pesawat yang membawa Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat John Kery mengalami masalah di tengah agenda kunjungan ke luar negeri. Akibatnya, Kerry harus pulang dari Wina, Austria dengan menumpang pesawat komersial.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/10/2014), insiden ini merupakan yang keempat kalinya terjadi sepanjang tahun ini. Pesawat Air Force yang sejak lama membawa Kerry dalam berbagai kunjungan kerja, terpaksa dikandangkan sementara.

Kerry berada di Wina untuk menghadiri perundingan maraton soal program nuklir Iran pada Rabu (15/10). Dia membawa rombongan staf Departemen Luar Negeri dan wartawan sebanyak 40 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden terjadi ketika rombongan sudah check-out dari hotel sebelum fajar pada Kamis (16/10). Tiba-tiba mereka diberitahu jika pesawat Boeing 757 yang biasa digunakan Menlu AS, membutuhkan perbaikan. Tidak jelas perbaikan apa yang dimaksud.

Semenjak menjabat pada Februari 2013 lalu, Kerry telah terbang sejauh 911 ribu kilometer ke sebanyak 55 negara di dunia. Beberapa negara dikunjungi lebih dari sekali.

Namun perjalanannya tidak selalu mulus meskipun menggunakan pesawat Air Force milik AS yang merupakan negara maju dunia. Tercatat insiden atau gangguan semacam ini sudah terjadi lebih dari satu kali.

Pada Agustus lalu, Kerry terpaksa harus menumpang penerbangan komersial selama 9 jam saat hendak pulang dari Hawaii ke Washington, AS. Penyebabnya, pesawat kenegaraannya mengalami gangguan listrik saat hendak digunakan.

Jauh sebelum itu, sekitar awal tahun ini, sebuah pesawat lainnya harus diterbangkan dari AS ke Swiss di tengah perundingan soal konflik Suriah, karena lagi-lagi pesawat Kerry harus 'diistirahatkan' sementara.

Tidak hanya itu, pada Maret lalu, insiden serupa terjadi ketika Kerry melakukan kunjungan kenegaraan ke London, Inggris. Saat itu, disebut ada gangguan mesin pada pesawat yang membawa Kerry. Masalah tersebut bisa diselesaikan setelah beberapa jam, yang membuat rombongan terpaksa menunggu penerbangan pulang lebih lama dari yang dijadwalkan.

Saat insiden terjadi, Kerry hendak kembali ke AS setelah melakukan perjalanan 6 hari mulai dari ke Kairo, Mesir untuk menghadiri konferensi untuk Gaza, kemudian dilanjutkan ke Paris, Prancis untuk bertemu Menlu Rusia, Sergei Lavrov.

Kerry tiba di Wina, Austria pada Rabu (15/10) pagi hari dan langsung menggelar pembicaraan soal nuklir Iran dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Cathy Ashton.

Saat diberitahu soal insiden pesawat Kerry ini, Zarid hanya tertawa kecil. "Jadi tidak hanya pesawat kami," ucapnya kepada media online, al-Monitor.

(nvc/ita)


Berita Terkait