Sembuh dari Ebola, Perawat Inggris Kembali ke Afrika Sebagai Relawan

Sembuh dari Ebola, Perawat Inggris Kembali ke Afrika Sebagai Relawan

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 09:59 WIB
Sembuh dari Ebola, Perawat Inggris Kembali ke Afrika Sebagai Relawan
foto: Getty Images
London, - Salut! Seorang perawat asal Inggris yang sembuh dari penyakit Ebola setelah diterbangkan pulang ke Inggris dari Sierra Leone untuk pengobatan, kini berencana kembali ke Afrika. Pria muda tersebut akan kembali ke wilayah asal wabah Ebola itu sebagai relawan.

"Saya tahu ibu dan ayah saya khawatir namun mereka mendukung saya karena mereka tahu ini hal yang harus saya lakukan," tutur William Pooley seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/10/2014).

Hal ini disampaikannya dalam event bagi para pekerja medis di London yang berniat untuk menjadi relawan dalam memerangi wabah Ebola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pooley, keputusan untuk kembali ke Afrika merupakan keputusan yang mudah baginya. Pooley pun yakin dirinya sudah kebal akan virus Ebola, karena dirinya telah terinfeksi Ebola dan berhasil sembuh dari penyakit mematikan tersebut.

"Tampaknya tidak mungkin saya akan tertular lagi... Ini keputusan yang mudah saat itu dan sekarang pun demikian," imbuh pria berumur 29 tahun itu.

Pooley dievakuasi dari Sierra Leone dengan pesawat militer pada Agustus lalu setelah dia menjadi warga Inggris pertama yang terinfeksi Ebola. Pria itu terjangkit virus mematikan tersebut saat bekerja sebagai relawan di negara Afrika Barat tersebut. Dia kemudian berhasil sembuh total setelah diobati di unit isolasi sebuah rumah sakit di London, Inggris dengan obat percobaan ZMapp.

Wabah Ebola ini disebut-sebut sebagai krisis kesehatan paling parah di dunia di zaman modern. Virus mengerikan ini telah menewaskan sekitar 70 persen dari total jumlah pasien Ebola di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengingatkan, virus Ebola bisa segera menjangkiti sekitar 10 ribu orang per minggu. Sejauh ini, sekitar 4.500 orang telah meninggal akibat wabah Ebola, yang sebagian besar korbannya berada di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Penularan virus ini juga telah sampai ke Eropa dan Amerika Serikat.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads