"Saya tahu ibu dan ayah saya khawatir namun mereka mendukung saya karena mereka tahu ini hal yang harus saya lakukan," tutur William Pooley seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/10/2014).
Hal ini disampaikannya dalam event bagi para pekerja medis di London yang berniat untuk menjadi relawan dalam memerangi wabah Ebola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tampaknya tidak mungkin saya akan tertular lagi... Ini keputusan yang mudah saat itu dan sekarang pun demikian," imbuh pria berumur 29 tahun itu.
Pooley dievakuasi dari Sierra Leone dengan pesawat militer pada Agustus lalu setelah dia menjadi warga Inggris pertama yang terinfeksi Ebola. Pria itu terjangkit virus mematikan tersebut saat bekerja sebagai relawan di negara Afrika Barat tersebut. Dia kemudian berhasil sembuh total setelah diobati di unit isolasi sebuah rumah sakit di London, Inggris dengan obat percobaan ZMapp.
Wabah Ebola ini disebut-sebut sebagai krisis kesehatan paling parah di dunia di zaman modern. Virus mengerikan ini telah menewaskan sekitar 70 persen dari total jumlah pasien Ebola di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengingatkan, virus Ebola bisa segera menjangkiti sekitar 10 ribu orang per minggu. Sejauh ini, sekitar 4.500 orang telah meninggal akibat wabah Ebola, yang sebagian besar korbannya berada di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Penularan virus ini juga telah sampai ke Eropa dan Amerika Serikat.
(ita/ita)











































