Satu Lagi Pekerja Medis di AS Positif Terinfeksi Ebola

Satu Lagi Pekerja Medis di AS Positif Terinfeksi Ebola

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 17:50 WIB
Satu Lagi Pekerja Medis di AS Positif Terinfeksi Ebola
Ilustrasi
Texas - Satu lagi pekerja medis di rumah sakit Texas, Amerika Serikat, dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola. Kasus ini merupakan kasus kedua yang penularannya terjadi di tanah air AS sendiri.

Sama seperti kasus pertama, orang kedua yang terinfeksi Ebola ini juga merawat pria asal Liberia, Thomas Eric Duncan yang terinfeksi Ebola hingga meninggal dunia di rumah sakit Dallas, Texas, pekan lalu. Namun tidak disebutkan lebih identitasnya.

Disampaikan Departemen Kesehatan Texas, seperti dilansir AFP, Rabu (15/10/2014), pekerja medis kedua yang terinfeksi ini menderita demam tinggi pada Selasa (14/10) dan kemudian segera dikarantina di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Otoritas kesehatan telah mewawancarai pasien terbaru untuk segera mengidentifikasi setiap kontak ataupun paparan potensial (dengan orang lain), dan orang-orang tersebut akan dimonitor," demikian pernyataan Departemen Kesehatan.

Kedua pekerja medis, baik yang pertama maupun yang kedua, sama-sama pernah merawat Duncan saat dia terinfeksi Ebola. Duncan diyakini telah terinfeksi Ebola sebelum meninggalkan Liberia dan naik pesawat menuju Texas untuk mengunjungi keluarganya.

Secara terpisah, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menekankan, pihaknya tengah mengambil sejumlah langkah serius untuk meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan setiap rumah sakit atas Ebola. Salah satunya dengan mengerahkan ahli medis yang berhasil mengendalikan penyebaran Ebola di Afrika, selama dua dekade terakhir.

Tidak hanya itu, CDC juga menyatakan tengah berupaya meningkatkan prosedur untuk melindungi para pekerja medis di rumah sakit Dallas, serta memberikan pelatihan lebih banyak terhadap mereka. Rumah sakit Dallas merupakan rumah sakit pertama di AS yang merawat pasien Ebola.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads