Polisi setempat, Ganesh Rai menuturkan kepada AFP, Rabu (15/10/2014), bahwa total ada 168 orang yang mendaftar untuk mendaki di distrik Mustang, Annapurna, pekan ini. Mereka mendaftar sebelum badai salju melanda pada Selasa (14/10).
"Terjadi hujan salju lebat di wilayah tersebut, hingga setinggi 3 kaki (sekitar 91 cm)," tutur Rai yang bertanggung jawab atas misi penyelamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian pun terus dilanjutkan dan bahkan dilakukan via udara dengan menggunakan helikopter. Hingga akhirnya, ditemukan kembali jasad pendaki lainnya.
"Pencarian dengan helikopter berhasil menemukan 5 jasad lainnya, termasuk empat warga Kanada dan seorang warga India, yang tewas dalam tanah longsor, sehingga total korban tewas menjadi 9 orang," imbuh Rai.
Sejauh ini, otoritas setempat berhasil menyelamatkan 13 pendaki yang terjebak badai salju. Namun sekitar 152 orang lainnya, yang diketahui merupakan pendaki asing, masih hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya.
"Jaringan telepon tidak begitu bagus, jadi kami tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang dilaporkan hilang, tapi kami berharap bisa segera menemukan mereka," terang pejabat distrik Mustang, Baburam Bhandari.
Ribuan pendaki berkunjung ke wilayah Annapurna setiap Oktober, ketika cuaca biasanya sangat bersahabat untuk aktivitas pendakian. Namun sayangnya, pekan ini distrik Mustang dilanda hujan salju lebat sebagai dampak dari topan Hudhud, yang melanda panti timur India sejak pekan lalu dan menewaskan lebih dari 20 orang.
(nvc/nwk)










































