AS Tawarkan Rp 549 M Untuk Penangkapan Pemimpin Al Qaeda Yaman

AS Tawarkan Rp 549 M Untuk Penangkapan Pemimpin Al Qaeda Yaman

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 15:54 WIB
AS Tawarkan Rp 549 M Untuk Penangkapan Pemimpin Al Qaeda Yaman
Ilustrasi
Washington -

Otoritas Amerika Serikat menawarkan imbalan total US$ 45 juta (Rp 549 miliar) bagi kepala pemimpin dan anggota senior jaringan Al-Qaeda di Yaman. AS memang tengah memburu informasi atas militan berbahaya yang bermarkas di Yaman tersebut.

Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) dibentuk tahun 2009 lalu oleh pelaku jihad di Yaman dan juga Arab Saudi. Pendirian AQAP dimaksudkan untuk menyebarkan kampanye Al-Qaeda di tanah kelahiran mendiang Osama bin Laden.

Seperti dilansir AFP, Rabu (15/10/2014), AS menetapkan militan ini sebagai salah satu organisasi teroris paling berbahaya di dunia. Kelompok ini memiliki sejarah atas serangan bom terhadap negara Barat maupun target lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AQAP diduga yang mengerahkan pelaku bom bunuh diri asal Nigeria, Umar Abdulmutallab untuk meledakkan sebuah pesawat, beberapa tahun lalu. Untungnya, Umar yang mengenakan celana dalam dipasangi bom, gagal dalam aksinya.

Kelompok ini juga menerbitkan majalah Al-Qaeda berbahasa Inggris yang bernama 'Inspire', untuk merekrut militan asing atau untuk memprovokasi serangan tunggal dari militan radikal yang tinggal di negara-negara Barat.

Ini merupakan bagian dari program 'Rewards for Justice Program' yang dilakukan otoritas AS sejak lama.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, akan memberi imbalan sebesar US$ 10 juta (Rp 122 miliar) bagi informasi yang mampu membantu pencarian pemimpin AQAP. Kemudian masing-masing imbalan sebesar US$ 5 juta (Rp 61 miliar) bagi keberadaan tujuh militan senior AQAP lainnya.

Disebutkan Departemen Luar Negeri AS, bahwa pemimpin AQAP bernama Nasir al-Wahishi. Kemudian pada tahun 2012 lalu, penerus Osama bin Laden pada jaringan Al-Qaeda pusat, Ayman al-Zawahiri menunjuk Wahishi sebagai wakil kepala organisasi secara keseluruhan.

Departemen Luar Negeri AS juga menyebutkan nama tujuh anggota militan senior lainnya, yang diyakini melakukan penggalangan dana dan merencanakan serangan bom.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads