"Serangan itu mengakibatkan pembunuhan satu orang dan melukai yang lain dan ternyata mereka kewarganegaraan Amerika," bunyi pernyataan polisi. Demikian diwartakan Reuters, Rabu (15/10/2014).
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayor Jenderal Mansour Turki mengatakan penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Peristiwa ini tampaknya menjadi pembunuhan pertama warga Barat di Arab Saudi dalam kurun waktu beberapa tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedutaan Besar Arab Saudi mengidentifikasi pria yang ditangkap oleh polisi sebagai Abdulaziz Fahad Abdulaziz Alrashid, dan mengatakan bahwa ia adalah seorang berkewarganegaraan ganda Saudi-Amerika yang lahir di Washington pada bulan Juli 1990.
"Alrashid bekerja di perusahaan yang sama seperti korban, dan baru-baru ini dipecat dari pekerjaannya karena masalah narkoba," kata pernyataan itu. Keluarga Alrashid ini tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.
Sementara itu korban yang merupakan warga negara Amerika bekerja untuk Vinnell Arabia, afiliasi lokal dari perusahaan pertahanan AS Northrop Grumman Corporation yang menyediakan pelatihan dan layanan dukungan kepada Saudi Arabian National Guard.
"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa dua karyawan warga negara AS dari Vinnell Arabia, kontraktor pertahanan AS mendukung program militer Garda Nasional Saudi di Riyadh, ditembak di sebuah pompa bensin/toko lokal sekitar 0,5 kilometer dari pangkalan Vinnell Saudi di Riyadh, yang terletak sekitar 20 km dari Kedutaan Besar AS," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.
(imk/ahy)











































