Sejumlah sekolah setempat masih ditutup akibat topan ini. Sedangkan sistem komunikasi dan aliran listrik baru bekerja sebagian di wilayah kota pelabuhan Visakhapatnam, Andhra Pradesh, yang terkena dampak paling parah.
Seperti dilansir AFP, Selasa (14/10/2014), Perdana Menteri Narendra Modi berkunjung ke lokasi bencana dan melihat kerusakan yang terjadi dari udara. Topan Hudhud bergerak menerjang wilayah Visakhapatnam dengan kecepatan mendapai 200 kilometer per jam, pada Minggu (12/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang-barang kebutuhan sehari-hari tergolong langka pasca topan menerjang, karena jalanan utama tidak bisa dilalui dan operasional bus, kereta serta pesawat masih dihentikan.
"Kami merasa seperti kami kembali ke zaman dulu... begitu banyak komoditi yang kita remehkan, sekarang hilang -- dibutuhkan waktu untuk pulih kembali," ujar seorang warga setempat kepada jaringan televisi CNN-IBN.
Kendati demikian, otoritas setempat menyatakan, evakuasi massal besar-besaran yang dilakukan sebelum topan menerjang cukup membantu menghindarkan tragedi kemanusiaan.
Meskipun sebanyak 250 ribu orang di Andhra Pradesh dan ribuan orang lainnya di wilayah Orissa terkena dampak topan parah ini. Sebagian besar dari mereka merupakan petani dan nelayan miskin.
Komisioner pemulihan bencana wilayah Orissa, PK Mohapatra menuturkan kepada AFP bahwa sebagian besar warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, sayangnya ribuan rumah warga lainnya hancur dan tidak bisa ditinggali.
Pada Selasa (14/11) pagi, satu keluarga di Madhya Pradesh, yang terdiri atas 3 orang termasuk seorang anak tewas ketika rumah mereka hancur akibat hujan deras yang dibawa topan Hudhud. Sebagian besar rumah di wilayah tersebut, terbuat dari lumpur dan tanah sehingga mudah hancur jika dilanda banjir atau hujan deras.
(nvc/nwk)











































