Kedua pemimpin tersebut menyerukan "komitmen yang lebih kuat dan pemberian bantuan yang cepat oleh komunitas internasional," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/10/2014).
"Kedua pemimpin setuju bahwa, mengingat ancaman yang ditimbulkan Ebola, pada titik krusial ini anggota komunitas internasional harus melipatgandakan tekad dan komitmen mereka," demikian statemen Gedung Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama kemudian melakukan pertemuan dengan tim kebijakan kesehatan dan keamanan nasionalnya mengenai wabah Ebola. Mereka bertemu untuk membahas perkembangan terbaru soal respons atas diagnosa kasus Ebola kedua di Dallas, Texas.
Dalam pertemuan itu, Obama dijelaskan mengenai status penyelidikan atas pelanggaran protokol pengendalian infeksi di rumah sakit Dallas sebagai penyebab timbulnya kasus Ebola tersebut.
Kasus baru ini merupakan pukulan bagi upaya global untuk menanggulangi wabah Ebola. Sejauh ini lebih dari 4 ribu orang telah meninggal akibat virus mematikan tersebut. Para korban tewas tersebut kebanyakan berada di negara-negara Afrika Barat, yakni Guinea, Liberia dan Sierra Leone.
"Perkembangan ini tentunya berita yang merisaukan bagi pasien, keluarga pasien dan para kolega serta komunitas Dallas yang lebih luas," demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (US Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/10/2014).
Namun CDC bersikeras bahwa penularan lebih jauh ke komunitas sekitar rumah sakit Dallas tersebut "bisa dicegah dengan langkah-langkah kesehatan publik yang semestinya."
(ita/ita)











































