Hal ini disampaikan dalam majalah propaganda ISIS yang disebut Dabiq yang rilis pada Minggu (12/10). Keterangan ini merupakan pertama kalinya ISIS mengklaim menyandera dan menjual warga etnis Yazidi sebagai budak.
Yazidi merupakan kelompok minoritas yang banyak bermukim di wilayah Irak bagian utara. Akibat serangan ISIS, puluhan ribu warga etnis Yazidi terpaksa mengungsi dari wilayahnya. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (13/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ditangkap, wanita dan anak-anak Yazidi kemudian dibagi menurut syriat di antara kalangan pejuang ISIS yang berpartisipasi dalam operasi Sinjar (gunung tempat tinggal Yazidi)," tulis artikel tersebut.
"Perbudakan skala besar dari keluarga musyrik ini mungkin yang pertama semenjak hukum syariat ditinggalkan. Satu-satunya kasus yang diketahui -- walaupun jumlahnya lebih sedikit -- ialah perbudakan wanita dan anak-anak Kristen di Filipina dan Nigeria oleh mujahidin di sana," imbuh artikel tersebut.
Keyakinan yang dianut etnis Yazidi memang merupakan perpaduan unik dari sejumlah agama yang ada, termasuk pemujaan sosok setan yang mereka sebut sebagai 'Malaikat Merak'.
Pada Agustus lalu, pemimpin etnis Yazidi dan kelompok HAM setempat memperingatkan bahwa ada sejumlah warga Yazidi yang terancam dibunuh ISIS. Ancaman tersebut lantas menjadi salah satu alasan utama Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak.
Misi udara AS saat itu ialah menyelamatkan ribuan warga etnis Yazidi yang terjebak di Gunung Sinjar selama berhari-hari, akibat kepungan ISIS.
(nvc/nwk)











































