Disampaikan otoritas setempat dan relawan kemanusiaan, seperti dilansir Reuters, Senin (13/10/2014), topan Hudhud bergerak dengan kecepatan hingga 195 kilometer per jam. Topan ini pertama menerjang wilayah pantai Andhra Pradesh dan wilayah Odisha pada Minggu (12/10).
Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi ke tempat aman akibat topan ini. Di kota pelabuhan Visakhpatnam, yang dihuni 2 juta warga, terlihat puing-puing tersebar di sejumlah lokasi.
Topan Hudhud ini menumbangkan pohon, merusak papan iklan raksasa, memutuskan kabel listrik dan kabel telepon setempat. Bahkan juga merusak atap rumah warga hingga dinding rumah warga.
"Saya melihat angin merusak papan raksasa dan tangki air dan membuatnya terbang di udara sebelum akhirnya jatuh," terang seorang warga setempat, Narayana.
"Ini merupakan pertama kali saya melihat situasi mengerikan seperti ini di Visakhaptnam," imbuhnya.
Otoritas setempat mulai mengerahkan tim untuk melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah yang terkena dampak topan ini. Tim tersebut melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga setempat.
Pohon yang tumbang hingga memblokir jalanan, mulai dibersihkan. Aktivitas warga yang sempat terhenti akibat topan ini, berangsur-angsur normal. Toko dan sejumlah kantor pemerintah pun mulai dibuka kembali. Demikian halnya dengan sekolah setempat.
(nvc/ita)











































