Korut Sebut Banyak Jasad Tentara AS yang Terlantar

Korut Sebut Banyak Jasad Tentara AS yang Terlantar

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 15:42 WIB
Korut Sebut Banyak Jasad Tentara AS yang Terlantar
Ilustrasi
Pyongyang -

Otoritas Korea Utara (Korut) memperingatkan Amerika Serikat mengenai banyaknya jasad tentara AS yang terabaikan. Diperkirakan ada ribuan tentara AS yang tewas sepanjang Perang Korea puluhan tahun silam.

Jasad-jasad tentara AS tersebut terpaksa harus dipindahkan karena adanya proyek pembangunan infrastruktur di Korut. Menurut data Departemen Pertahanan AS, hampir sebanyak 8 ribu tentara AS masih belum dievakuasi saat perang Korea 1950-53 silam.

"Banyak jasad yang ditinggalkan begitu saja tanpa dirawat dan terpaksa dievakuasi secara massal," ujar juru bicara delegasi militer Korut di desa perbatasan Panmunjom, seperti dilansir AFP, Senin (13/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan tertulisnya, juru bicara tersebut menyatakan, pemindahan jasad tentara-tentara AS tersebut disebabkan adanya proyek konstruksi besar-besaran, termasuk pusat tenaga hidro-elektrik.

Dari tahun 1996, Korut dan militer AS melakukan 22 misi pencarian 225 jasad tentara AS yang gugur dalam Perang Korea. Namun proses tersebut terhenti tahun 2005 lalu, ketika Menteri Pertahanan AS saat itu, Donald Rumsfeld merasa keselamatan tim AS di Korut tidak bisa dijamin di tengah adanya ketegangan nuklir.

Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan misi gabungan tersebut pada tahun 2011 lalu. Tapi kemudian AS secara sepihak membatalkan kesepakatan tersebut, untuk memprotes keputusan Korut melakukan uji coba roket.

"Sejarah akan mengutuk dan mengecam pemerintah AS ... karena mengabaikan kinerja kemanusiaan semacam itu," sebut juru bicara Korut.

Secara terpisah, juru bicara militer AS di Korea Selatan menyangkal pernyataan Korut dan menyebutnya sebagai tudingan yang biasa dilontarkan Korut.

Otoritas Korut sebelumnya juga menggunakan isu tentara AS yang hilang untuk memancing dialog empat mata dengan AS. Selama misi gabungan dilakukan sebelumnya, Korut dilaporkan meraup jutaan dolar AS dari kerjasama dengan AS.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads