Seperti dilansir AFP, Senin (13/10/2014), ribuan orang turun ke jalanan dan menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menyebutnya sebagai 'pekan perlawanan' sebagai bentuk kemarahan atas kematian remaja kulit hitam bernama Michael Brown pada 9 Agustus lalu, di wilayah Ferguson, Missouri.
Ketegangan masih terasa di wilayah negara bagian Missouri pasca tragedi penembakan Brown oleh seorang polisi kulit putih setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam, terjadi 17 penangkapan untuk perkumpulan melanggar hukum," terang kepolisian St Louis dalam pernyataannya via Twitter.
Kepala kepolisian setempat, Sam Dotson, menyatakan para demonstran juga melemparkan batu ke arah polisi yang siaga di lokasi unjuk rasa. Dotson mengecam aksi demonstran sebagai aksi ilegal.
Namun para demonstran menyangkal adanya pelemparan batu ke polisi. Mereka justru menuding polisi bertindak seperti berandal terhadap para demonstran.
Unjuk rasa ini dimulai pada Jumat (10/10) lalu dan diperkirakan terus berlangsung hingga Senin (13/10) waktu setempat. Ribuan orang melakukan long march di jalanan wilayah St Louis dan Ferguson.
(nvc/nrl)











































