"Mulai besok, kami akan melakukan mogok nasional di semua rumah sakit dan semua pusat kesehatan termasuk ETU (Ebola Treatment Units atau Unit Perawatan Ebola)," ujar Joseph Tamba, ketua serikat pekerja medis Liberia seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/10/2014).
Liberia merupakan negara yang paling parah dilanda wabah Ebola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perwakilan staf Alphonso Wesseh, puluhan pasien di klinik tersebut telah meninggal akibat Ebola sejak dimulainya aksi kerja lamban tersebut pada Jumat, 10 Oktober waktu setempat.
"Kami telah memperlambat aktivitas-aktivitas kami karena pemerintah menolak memenuhi permintaan kami. Kemarin malam, puluhan pasien meninggal," cetusnya.
Wesseh mengatakan, gaji terendah di bidang medis adalah US$ 250 per bulan.
Juru bicara pemerintah Isaac Jackson membantah adanya gangguan di Island Clinic, yang dibuka oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir September lalu untuk memerangi virus Ebola.
Mustahil bagi para jurnalis untuk memverifikasi hal tersebut secara independen, sebab pemerintah Liberia melarang wartawan masuk ke klinik-klinik Ebola. Alasannya, demi privasi para pasien.
Sejauh ini lebih dari 4 ribu orang telah tewas di Afrika Barat akibat wabah Ebola yang melanda sejak awal tahun ini. Di Liberia sendiri, menurut data WHO, 2.300 orang telah tewas akibat virus mematikan tersebut, termasuk di antaranya 95 pekerja medis.
(ita/ita)











































