"Otoritas yakin akan meningkatnya kemungkinan serangan balasan terhadap AS, Barat dan kepentingan mitra koalisi di seluruh dunia, khususnya di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa dan Asia," demikian disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/10/2014).
"Informasi kredibel mengindikasikan kelompok-kelompok teroris juga berupaya terus melakukan serangan terhadap kepentingan AS di Timur Tengah dan Afrika Utara," demikian disampaikan Deplu AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deplu AS juga mengingatkan warga negaranya, bahwa penculikan dan penyanderaan yang melibatkan warga AS telah menjadi lazim. Yakni sejak penculikan dan pembunuhan dua jurnalis AS dan dua relawan kemanusiaan Inggris oleh militan ISIS.
Deplu AS pun menyampaikan, AS dan negara-negara Barat lainnya juga khawatir akan kemungkinan serangan oleh orang-orang yang telah berlatih bersama para militan di Suriah dan Irak. Khususnya serangan terhadap kepentingan AS dan Barat di Eropa.
(ita/ita)











































