Tim Militer AS-Turki Akan Adakan Pertemuan Untuk Bahas ISIS

Tim Militer AS-Turki Akan Adakan Pertemuan Untuk Bahas ISIS

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 10:52 WIB
Tim Militer AS-Turki Akan Adakan Pertemuan Untuk Bahas ISIS
militan ISIS (AFP)
Washington, - Tim militer gabungan Amerika Serikat dan Turki akan bertemu pekan depan di Ankara, Turki untuk membahas perang melawan kelompok ISIS. Pertemuan ini akan digelar setelah Washington mendesak Ankara untuk bergabung dalam koalisi internasional melawan ISIS.

Dua utusan tinggi AS telah bertemu dengan para pemimpin Turki di Ankara pada Kamis, 9 Oktober waktu setempat. Pertemuan itu untuk membujuk Turki agar memberikan dukungan dalam mengalahkan kelompok radikal ISIS, yang telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki tidak menjabarkan secara spesifik hasil pertemuan tersebut. Namun dikatakannya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/10/2014), kedua negara telah melakukan pembicaraan yang detail dan konstruktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Psaki, tim perencanaan militer gabungan akan berkunjung ke Ankara pekan depan untuk menindaklanjuti dalam hubungan militer-ke-militer.

"Kedua pihak juga setuju bahwa kami akan terus melakukan konsultasi bilateral yang dinamis dan mendalam di berbagai bidang upaya melawan ISIL," ujar Psaki seraya menjelaskan bahwa hal itu termasuk dukungan militer, serta memerangi para pejuang asing dan menghentikan pendanaan untuk ISIS. ISIL atau IS merupakan nama lain dari kelompok ISIS.

Turki yang merupakan anggota NATO, terus didesak untuk menggunakan kekuatan militernya terhadap kelompok radikal ISIS di Suriah. Terlebih setelah para jihadis ISIS tengah berupaya merebut Kobane, kota penting di perbatasan Turki.

Namun sejauh ini, Ankara belum melakukan apapun, meski pekan lalu, parlemen Turki telah memberikan izin untuk aksi militer terhadap ISIS.

Pemerintah Turki bersikeras, aksi militer hanya akan dilakukan jika ada upaya terpadu internasional untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta memerangi para jihadis ISIS.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads