Seorang penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di bagian timur Ukraina ditemukan dalam keadaan memakai masker oksigen. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans dalam sebuah wawancara.
"Mereka memang tidak melihat misil itu mendekat tetapi apakah kau tahu bahwa seorang penumpang ditemukan dengan masker oksigen di mulutnya? Jadi dia masih punya waktu untuk melakukan itu," kata Timmermans dalam sebuah talk show 'Pauw' seperti dilansir CNN, Jumat (10/10/2014).
Jaksa penuntut umum pun mengkonfirmasi pernyataan menteri. Dia mengatakan bahwa selama proses identifikasi pada masker oksigen itu memang ditemukan pada jenazah korban itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menimbulkan spekulasi terbaru terkait dengan situasi di dalam pesawat sebelum ditabrak misil. Ada kemungkinan pilot sudah mengetahui akan adanya ancaman, sehingga menurunkan masker oksigen untuk dipakai penumpang.
Pada Jumat (19/9), Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk membahas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah konflik Ukraina timur. Pertemuan ini digelar atas permintaan Rusia guna membahas temuan tim penyelidik Belanda tentang penyebab jatuhnya pesawat komersial tersebut.
Kepala politik PBB Jeffrey Feltman akan menjelaskan kepada 15 negara anggota DK PBB mengenai laporan investigasi mengenai MH17 yang dirilis tim penyelidik Belanda belum lama ini.
Pesawat MH17 jatuh di wilayah Ukraina timur yang dikuasai pemberontak pro-Rusia pada 17 Juli lalu. Sebanyak 298 penumpang dan kru tewas. Ukraina dan negara-negara Barat menuding pemberontak menembak jatuh pesawat tersebut dengan rudal canggih buatan Rusia.
Namun Rusia membantah tuduhan bahwa pihaknya telah memasok separatis dengan sistem rudal antipesawat SA-11 Buk.
Menurut laporan awal tim penyelidik Belanda yang dirilis pekan lalu, MH17 jatuh akibat "sejumlah besar benda berkecepatan tinggi" yang menembus perut pesawat dan menyebabkan pesawat pecah di udara. Laporan ini mendukung teori bahwa MH17 telah ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara.
Dalam laporan awal itu tidak disinggung tentang pihak yang bersalah dalam insiden tragis tersebut. Adapun laporan final mengenai tragedi MH17 baru akan dirilis tahun depan.
(dha/fjp)











































