Seperti dilansir AFP, Rabu (8/10/2014), FBI juga meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi anggota militan yang muncul dalam video ISIS, yang tampil lancar berbahasa Inggris dengan aksen Amerika Utara.
"Kami membutuhkan bantuan publik dalam mengidentifikasi warga AS yang bertempur di luar negeri, bersama kelompok teroris atau mereka yang baru kembali dari pertempuran di luar negeri," ujar wakil direktur divisi antiterorisme FBI, Michael Steinbach dalam pernyataannya.
FBI memposting formulir pengaduan secara online bagi masyarakat yang ingin mengajukan informasi potensial mengenai ISIS. Warga bisa mengakses www.fbi.gov/ISILtips dan menyampaikan informasinya.
FBI juga merilis potongan video propaganda ISIS berdurasi 55 menit yang menampilkan seorang militan yang lancar berbahasa Inggris. FBI mengharap ada publik yang mengenali suara militan tersebut setelah melihat videonya.
Dalam video tersebut, militan yang bermasker berdiri di depan tahanan yang tampak sedang menggali kuburan mereka, kemudian militan ini memimpin eksekusi mati para tahanan itu. Namun dalam klip yang dirilis FBI, wajah para tahanan diburamkan dan eksekusi mati mereka tidak ditunjukkan.
Disebutkan oleh FBI, militan bermasker di dalam video tersebut, yang tampil dengan seragam kamuflase dan membawa sebuah pistol, adalah pria yang berbicara dengan aksen Amerika Utara.
FBI menyebutkan, puluhan warga AS kini tengah bertempur bersama ISIS di Irak dan Suriah.
Yang terbaru, AS menangkap pemuda berusia 19 tahun di bandara Chicago yang diduga hendak terbang ke Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS. Pemuda bernama Moohammed Hamzah Khan tersebut didakwa atas percobaan membantu atau mendukung organisasi teroris asing.
(nvc/ita)











































