Keputusan parlemen Turki ini keluar seiring terus bergeraknya para militan ISIS menuju kota etnis Kurdi di perbatasan Suriah dan Turki.
Seorang pejabat Kurdi di kota Kobane tersebut -- atau juga dikenal sebagai Ain al-Arab -- mengatakan, para militan ISIS terus bergerak mendekati kota tersebut.
"Mereka semakin dekat, dua hingga tiga kilometer di beberapa tempat," tutur Idris Nahsen seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/10/2014).
"Dibandingkan IS, persenjataan kami sederhana. Mereka punya meriam, roket jarak jauh dan tank-tank," imbuh pejabat Kurdi tersebut. IS atau ISIL atau Daulah Islamiyah merupakan nama lain dari ISIS.
Atas putusan parlemen Turki untuk mengizinkan aksi militer terhadap ISIS, Washington pun menyambut baik. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan, telah dilakukan sejumlah pembicaraan tingkat tinggi dengan pejabat-pejabat Turki mengenai ancaman ISIS. Washington pun menantikan untuk meningkatkan kerja sama tersebut.
(ita/ita)











































