Disampaikan sumber otoritas keamanan dan medis setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (2/10/2014), bahwa 7 polisi dan 4 tentara Irak tewas ketika ISIS menyerang markas kepolisian di kota Heet.
Sedangkan sedikitnya 6 tentara lainnya tewas dalam serangan di pangkalan militer di Ramadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menghancurkan gerbang depan dengan bom mobil, sebanyak 25 pria bersenjata berusaha masuk ke dalam markas, memicu bentrokan hebat," tutur Kolonel Polisi Jabbar al-Nimrawi kepada AFP.
"Polisi menewaskan 20 orang di antaranya dan sisanya 5 orang bersembunyi ke gedung listrik. Mereka masih dalam pengepungan, mereka memiliki senapan sniper," imbuhnya.
Nimrawi menyatakan, gedung tersebut kini telah dikepung oleh polisi, tentara, pasukan elite antiterorisme dan pasukan etnis anti-jihadis.
Dalam keterangan terpisah, dokter Nael Ahmed dari rumah sakit Heet menyatakan, ada 7 polisi dan 4 tentara yang tewas dalam serangan ISIS tersebut.
Sedangkan di Ramadi, yang berjarak kurang dari 100 kilometer dari Baghdad, militan yang sama menyerang markas militer 8th Brigade, pada Rabu (1/10).
"Mereka menyerang dari tiga arah. Mereka menggunakan kendaraan lapis baja untuk mendobrak masuk ke dalan markas, kemudian 13 pelaku dengan rompi bom masuk," terang pejabat militer senior, Awad al-Dulaimi.
"Kami menewaskan pelaku terakhir pada pukul 05.00, setelah baku tembak sengit. Kami juga menewaskan 7 pelaku lain yang datang dari arah lainnya," imbuhnya.
Seorang dokter dari rumah sakit Ramadi, Ahmed al-Ani mengkonfirmasi keberadaan 3 anggota tentara elite antiterorisme termasuk seorang kolonel dan tiga tentara Irak lainnya.
(nvc/ndr)











































