Disampaikan oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), seperti dilansir AFP, Kamis (2/10/2014), bahwa sedikitnya 854 warga sipil dan 256 personel militer setempat tewas sepanjang September lalu.
UNAMI juga mencatat, korban luka mencapai angka 2 ribu orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun PBB menyatakan, jumlah tersebut tidak termasuk korban tewas akibat aksi kekerasan di Provinsi Anbar serta korban tewas dari pihak militan setempat.
Provinsi Anbar yang berada di wilayah Irak bagian barat memang menjadi lokasi konflik terburuk pada bulan lalu. Termasuk juga serangan dari militan ISIS terhadap pangkalan militer Irak yang dikhawatirkan menewaskan ratusan orang.
Ditambah lagi, diyakini ada banyak korban tewas yang tidak dilaporkan kepada otoritas setempat serta adanya ratusan orang yang masih dinyatakan hilang akibat serangkaian konflik di Irak.
UNAMI juga menyatakan, pihaknya tidak mampu menghitung korban tewas yang dipicu oleh hal-hal terkait kekerasan, seperti para pengungsi yang tewas karena kekurangan air, pangan maupun obat-obatan.
(nvc/nrl)











































