Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membebaskan lebih dari 70 anak-anak sekolah Kurdi. Anak-anak tersebut diculik oleh ISIS di Suriah pada Mei lalu.
Menurut organisasi HAM, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Rabu (1/10/2014), orang tua anak-anak tersebut yang mengabarkan pembebasan mereka. Disebutkan bahwa anak-anak tersebut berusia antara 13-15 tahun.
Sebanyak 70 anak-anak tersebut termasuk di antara 153 anak sekolah, sebagian besar laki-laki, yang diculik oleh ISIS pada 29 Mei lalu di Aleppo, Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa minggu setelah penculikan, sebanyak 5 anak berhasil meloloskan diri dan sekitar 37 anak lainnya dibebaskan secara bertahap, termasuk 10 anak perempuan.
Tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa ISIS akhirnya membebaskan 70 anak-anak lainnya yang mereka culik. Disebutkan Observatory, terdapat sekitar 30 anak yang masih disandera ISIS.
Disebutkan juga bahwa ISIS menolak untuk membebaskan 30 anak tersebut karena mereka masih berkaitan dengan kelompok Kurdi yang melawan ISIS.
Ain al-Arab dikenal sebagai wilayah pertempuran utama antara pasukan Kurdi dengan ISIS. Terletak di perbatasan Suirah-Turki, wilayah ini merupakan kota terbesar ketiga bagi Kurdi.
(nvc/ita)











































