Presiden Argentina Sebut AS Berniat Gulingkan Pemerintahannya

Presiden Argentina Sebut AS Berniat Gulingkan Pemerintahannya

- detikNews
Rabu, 01 Okt 2014 15:50 WIB
Presiden Argentina Sebut AS Berniat Gulingkan Pemerintahannya
Cristina Kirchner (Reuters)
Buenos Aires -

Presiden Argentina Cristina Kirchner secara emosional mencurahkan isi hatinya saat berpidato di hadapan jajarannya. Kirchner menuding ada pihak tertentu beserta kepentingan Amerika Serikat yang berusaha menggulingkan pemerintahannya dan bahkan membunuhnya.

"Kepentingan bisnis domestik tengah berusaha menggulingkan pemerintahan, dengan bantuan internasional (AS)," tutur Presiden Kirchner saat berbicara di Government House di Buenos Aires, seperti dilansir AFP, Rabu (1/10/2014).

Kirchner menuturkan, dalam kunjungan ke Vatikan untuk menemui Paus Fransiskus baru-baru ini, polisi malah memperingatkannya tentang rencana serangan terhadap dirinya oleh aktivis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi jika sesuatu terjadi kepada saya, jangan melihat ke Timur Tengah, lihat ke utara (AS-red)," ucapnya.

Hanya beberapa jam setelah Kedutaan Besar AS memperingatkan warganya untuk lebih berhati-hati di Argentina, Presiden Kirchner melontarkan kekesalannya.

"Ketika Anda melihat apa yang keluar dari kantor diplomatik, mereka lebih baik tidak datang ke sini dan berusaha menjual kisah soal ISIS yang berusaha melacak saya agar mereka bisa membunuh saya," sebutnya.

Menurutnya, produsen kedelai lokal tidak senang dengan harga pasaran, sedangkan eksportir dan eksekutif perusahaan mobil setempat juga ikut terlibat karena mereka akan menuai keuntungan dengan devaluasi pada mata uang Argentina.

"Eksportir yang kehilangan uangnya memiliki Argentina dalam genggamannya .. demikian halnya dengan eksekutif perusahaan mobil yang memberitahu konsumennya bahwa mereka tidak memiliki peralatan ketika melakukannya .... Apa yang mereka tunggu semuanya ialah devaluasi," tuturnya.

Kini, Argentina masih berjuang untuk melunasi hutang yang mencapai US$ 100 miliar sejak tahun 2001, dengan dua pemberi dana menuntut negara tersebut di pengadilan AS. Argentina diisolasi dari pasar keuangan internasional semenjak saat itu.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads