Seperti dilansir AFP, Kamis (25/9/2014), insiden ini terjadi pada Selasa (23/9) lalu, ketika Cameron berkunjung ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Cameron tertangkap kamera sedang berbincang mengenai hal tersebut dengan mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg.
"Merasa lega adalah menjadi Perdana Menteri Inggris dan menelepon Ratu dan mengatakan: 'It's alright, it's OK.' Itu benar-benar sesuatu," ucap Cameron saat itu.
"Dia (Ratu-red) bergumam di telepon," imbuhnya.
Mengetahui komentarnya menjadi pemberitaan media, Cameron menyatakan, dirinya akan meminta maaf secara langsung kepada Ratu Inggris berusia 88 tahun tersebut mengenai hal ini.
"Begini, saya sangat malu atas ini. Saya sangat sangat menyesal atas hal ini," tuturnya kepada wartawan di New York seperti dikutip media Inggris, Sky.
"Itu merupakan percakapan personal, tapi jelas percakapan personal yang tidak seharusnya saya lakukan dan tidak akan dilakukan lagi," imbuhnya.
"Kantor saya telah menghubungi pihak kerajaan untuk memperjelas hal tersebut dan saya juga akan melakukan hal yang sama," tandas Cameron.
Sesuai dengan konstitusi Inggris, Ratu Elizabeth II harus tetap netral atas isu politik apapun, termasuk perdebatan soal kemerdekaan Skotlandia yang menghebohkan Inggris beberapa waktu lalu.
(nvc/ita)











































