Dalam pidato pertamanya sebagai presiden Venezuela di Sidang Umum PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/9/2014), Maduro mengatakan, virus Ebola-lah yang merupakan ancaman terbesar dunia. Namun negara-negara Barat justru sibuk mengebom rakyat Irak dan Suriah.
Dikatakan Maduro, dirinya setuju akan perlunya memerangi terorisme namun dia mengkritik dukungan Barat untuk para pemberontak yang memerangi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Hanya aliansi yang menghormati kedaulatan negara-negara ini dan bantuan pemerintahan mereka, rakyat dan pasukan bersenjata akan benar-benar mengalahkan terorisme serta semua pasukan teroris yang telah muncul seperti Frankenstein, monster yang dipelihara Barat sendiri," cetus Maduro.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dengan dukungan sekutu Arab dan Eropa, telah melancarkan serangan udara terhadap kelompok militan ISIS di Suriah. Namun Obama juga telah mendesak Assad mundur dan meningkatkan dukungan untuk para pemberontak Suriah yang dianggap lebih moderat.
Menurut Maduro, jika Assad digulingkan maka kelompok-kelompok teroris di wilayah Suriah, Libanon, Irak dan Yordania justru akan bertambah kuat.
"Pemerintahan Suriah yang demokratis dan konstitusional telah menahan para teroris dan mengalami ribuan korban jiwa," cetus Maduro.
(ita/ita)











































