Hazm Movement, dalam pernyataannya via Twitter, menyatakan bahwa serangan udara AS dan koalisinya hanya akan melemahkan persenjataan kelompok oposisi dan malah menguntungkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Seperti dilansir AFP, Rabu (24/9/2014), kelompok pemberontak ini menyebut serangan udara AS sebagai sebuah serangan terhadap kedaulatan nasional yang memperlemah revolusi Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan ini disampaikan usai koalisi internasional yang dipimpin As melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah. Serangan ini, menurut AS, juga ditujukan kepada militan lain yang mengancam AS, salah satunya sisa-sisa Al-Qaeda di negara tersebut.
Serangan pertama yang dilancarkan pada Selasa (23/9) dilaporkan mengenai ISIS yang ada di wilayah Suriah bagian utara dan timur, dan menewaskan sedikitnya 120 militan serta 8 warga sipil.
Sementara itu, Hazm Movement dilaporkan sebagai salah satu kelompok pemberontak Suriah yang menerima bantuan persenjataan dari AS, pada awal tahun ini. Pada April lalu, kepada AFP, kelompok ini menyebut telah menerima 20 buah rudal anti-tank TOW dari negara Barat.
Nama kelompok ini juga sempat disebut oleh Menlu AS John Kerry, pekan lalu, saat membahas soal rencana AS menyuplai senjata dan memberi pelatihan militer bagi pemberontak Suriah untuk membantu mereka melawan ISIS.
Sedangkan kelompok oposisi Suriah tau yang biasa disebut sebagai Koalisi Nasional menyatakan menyambut baik serangan koalisi internasional yang dipimpin AS melawan ISIS di Suriah. Di sisi lain, oposisi Suriah menyerukan dunia internasional untuk tetap menekan rezim Assad.
(nvc/nrl)











































