Rencanakan Serangan Atas Nama ISIS, 3 Pria Irak Ditangkap di Swiss

Rencanakan Serangan Atas Nama ISIS, 3 Pria Irak Ditangkap di Swiss

- detikNews
Rabu, 24 Sep 2014 18:39 WIB
Rencanakan Serangan Atas Nama ISIS, 3 Pria Irak Ditangkap di Swiss
Ilustrasi
Jenewa - Tiga warga Irak ditangkap oleh intelijen Swiss karena diduga hendak melakukan aksi terorisme. Ketiganya dicurigai merencanakan serangan atas nama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Surat kabar setempat, Tages Anzeiger, melaporkan bahwa Badan Intelijen Federal Swiss mendapat informasi dari mitra negara Barat soal penyadapan panggilan telepon ketiga warga Irak tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/9/2014), kantor jaksa nasional Swiss memastikan penangkapan tiga warga Irak tersebut, namun menolak untuk memberikan penjelasan detail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut surat kabar tersebut, otoritas Swiss diberitahu bahwa ketiga pria Irak tersebut telah membentuk kelompok pendukung ISIS.

"Ada indikasi bahwa ketiganya merencanakan serangan di negara adopsi mereka," tulis surat kabar Tages-Anzeiger tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Penangkapan ketiga warga Irak tersebut diungkapkan oleh surat kabar mingguan, NZZ am Sonntag pada Minggu (21/9) lalu. Disebutkan oleh media tersebut bahwa ketiga diduga memberikan bantuan logistik dan finansial bagi ISIS.

Disebutkan juga bahwa mereka membantu sekitar 40 warga Swiss maupun pelaku jihad asal Swiss untuk pergi ke Timur Tengah, guna bergabung dengan ISIS.

Sedangkan menurut surat kabar Tages-Anzeiger, yang dikenal dekat dengan otoritas Swiss, disebutkan bahwa ketiga warga Irak tersebut bertujuan untuk mendapatkan bahan peledak dan gas beracun bagi rencana serangan mereka.

Namun sayangnya, tidak diketahui pasti seberapa jauh rencana mereka sudah berjalan. Disebutkan juga bahwa ketiga pria tersebut berusia 28-33 tahun. Salah satunya diketahui sebagai seorang pencari suaka.

Dua tersangka di antaranya tinggal di wilayah Aargau dan Schaffhausen, yang berbatasan dengan Jerman. Sedangkan satu tersangka lainnya terdaftar beralamat di Damaskus, Suriah.

(nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini