Surat kabar setempat, Tages Anzeiger, melaporkan bahwa Badan Intelijen Federal Swiss mendapat informasi dari mitra negara Barat soal penyadapan panggilan telepon ketiga warga Irak tersebut.
Seperti dilansir AFP, Rabu (24/9/2014), kantor jaksa nasional Swiss memastikan penangkapan tiga warga Irak tersebut, namun menolak untuk memberikan penjelasan detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada indikasi bahwa ketiganya merencanakan serangan di negara adopsi mereka," tulis surat kabar Tages-Anzeiger tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
Penangkapan ketiga warga Irak tersebut diungkapkan oleh surat kabar mingguan, NZZ am Sonntag pada Minggu (21/9) lalu. Disebutkan oleh media tersebut bahwa ketiga diduga memberikan bantuan logistik dan finansial bagi ISIS.
Disebutkan juga bahwa mereka membantu sekitar 40 warga Swiss maupun pelaku jihad asal Swiss untuk pergi ke Timur Tengah, guna bergabung dengan ISIS.
Sedangkan menurut surat kabar Tages-Anzeiger, yang dikenal dekat dengan otoritas Swiss, disebutkan bahwa ketiga warga Irak tersebut bertujuan untuk mendapatkan bahan peledak dan gas beracun bagi rencana serangan mereka.
Namun sayangnya, tidak diketahui pasti seberapa jauh rencana mereka sudah berjalan. Disebutkan juga bahwa ketiga pria tersebut berusia 28-33 tahun. Salah satunya diketahui sebagai seorang pencari suaka.
Dua tersangka di antaranya tinggal di wilayah Aargau dan Schaffhausen, yang berbatasan dengan Jerman. Sedangkan satu tersangka lainnya terdaftar beralamat di Damaskus, Suriah.
(nvc/nrl)










































