Wakil Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon mengakui bahwa kampanye partainya untuk kemerdekaan tampaknya akan menemui kegagalan. Hal ini disampaikannya menyusul hasil sementara referendum yang menunjukkan kemenangan bagi kubu yang menolak kemerdekaan dari Kerajaan Inggris Raya.
"Kelihatannya, kami tak akan mendapatkan suara Ya seperti yang saya harapkan," tutur Sturgeon pada BBC, Jumat (19/9/2014).
Sebelumnya, CNN memberitakan dari 32 daerah pemilihan, 26 di antaranya telah menyelesaikan penghitungan suara dan mayoritas mereka memilih "Tidak".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas hasil awal ini menunjukkan bahwa kubu antikemerdekaan memenangi referendum ini. Bahkan media-media Inggris, termasuk BBC telah memprediksi bahwa warga Skotlandia akan menolak kemerdekaan dari Inggris Raya.
Dalam referendum ini, pemungutan suara digelar di lebih dari 5.500 tempat pemungutan suara yang tersebar di semua distrik Skotlandia. Tercatat lebih dari 4,2 juta orang yang terdaftar dalam referendum ini. Mereka semua harus menjawab "ya" atau "tidak" untuk pertanyaan: "Apakah Skotlandia harus menjadi negara merdeka?"
Sebelumnya, berbagai survei terakhir menjelang referendum digelar, menunjukkan perbedaan suara di antara kelompok yang mendukung dan menentang kemerdekaan semakin tipis.
(ita/ita)











































