"Hari ini AS terus membangun koalisi internasional yang luas untuk melemahkan dan pada akhirnya menghancurkan kelompok teroris yang dikenal sebagai ISIL," ujar Obama di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/9/2014). ISIL merupakan nama lain dari ISIS yang juga kerap disebut IS atau Daulah Islamiyah.
"Sebagai bagian dari kampanye udara, Prancis akan bergabung dalam serangan melawan ISIL di Irak," imbuh Obama mempertegas pengumuman yang disampaikan Presiden Francois Hollande mengenai keikutsertaan Prancis dalam serangan udara terhadap ISIS di Irak.
"Sebagai salah satu sekutu tertua dan terdekat kita, Prancis merupakan mitra kuat dalam upaya-upaya kita melawan terorisme dan kita senang bahwa personel-personel Prancis dan Amerika akan kembali bekerja sama demi keamanan kita dan nilai-nilai kita," tandas Obama.
Sebelumnya, Hollande telah menyampaikan keputusan Prancis untuk ikut melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak. "Saya memutuskan untuk merespons permintaan otoritas Irak untuk menawarkan dukungan udara," ujar Hollande pada Kamis, 18 September waktu setempat. "Begitu kami berhasil mengidentifikasi target, kami akan bertindak... dalam waktu singkat," imbuhnya.
Sebelumnya, Prancis telah mengerahkan pesawat-pesawatnya untuk melakukan pengintaian di atas wilayah Irak sejak Senin, 15 September lalu. Prancis juga mengirimkan persenjataan untuk pasukan Kurdi di Irak yang memerangi kelompok ISIS.
(ita/ita)











































