Seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/9/2014), pengumunan penghentian serangan udara itu dilakukan saat Amerika menyatakan akan melakukan serangan lebih besar kepada ISIS. Abadi sepertinya ingin mendapat dukungan dari kelompok Sunni yang selama ini menentangnya.
"Saya telah memerintahkan angkatan udara Irak untuk menghentikan penembakan terhadap daerah-daerah sipil bahkan di kota-kota yang dikendalikan oleh ISIS," kata Abadi melalui akun twitter pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herak, sebuah kelompok oposisi Sunni yang menyebabkan protes anti pemerintah dan dekat dengan kelompok Sunni bersenjata menyambut baik keputusan Abadi itu. Bahkan, Perwakilan PBB di Irak, Nickolay Mladenov, menyambut baik keputusan Abadi untuk menghentikan serangan udara di wilayah sipil.
"Melindungi warga sipil dan memastikan keselamatan dan keamanan mereka merupakan prioritas penting bagi PBB," kata Mladenov.
Seperti diketahui, ISIS merebut kota-kota Irak Mosul dan Tikrit pada bulan Juni dan telah mengumumkan kontrol kekhalifahan Islam di daerah itu.
Para pejuang ISIS telah mengejutkan dunia dengan aksi pembunuhan Sunni, Syi'ah, Kristen, Yazidi dan Kurdi. Pemerintah Barat dan negara-negara islam takut warganya yang ikut berjuang dengan ISIS bisa mengancam keamanan nasional jika mereka kembali.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry telah berkeliling ke berbagai wilayah Timur Tengah untuk berkoordinasi terkait respon dengan semakin berkembangnya kekuasaan ISIS di wilayah Suriah Timur dan Iraq Barat. Menurut John Kerry, Mesir mempunyai peran pentung untuk menghacurkan ideologi ISIS.
(kha/kha)











































