Ingin Lindungi Warga Sipil, Irak Hentikan Serangan Udara Terhadap ISIS

Ingin Lindungi Warga Sipil, Irak Hentikan Serangan Udara Terhadap ISIS

- detikNews
Minggu, 14 Sep 2014 03:11 WIB
Jakarta - Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi telah memerintahkan para pasukan udaranya untuk menghentikan serangan di wilayah sipil yang dikuasai ISIS. Hal ini sebagai buntut dari protes terhadap penyerangan dua jet milik Iraq dan Amerika di wilayah yang sebagian besar dikuasai ISIS.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/9/2014), pengumunan penghentian serangan udara itu dilakukan saat Amerika menyatakan akan melakukan serangan lebih besar kepada ISIS. Abadi sepertinya ingin mendapat dukungan dari kelompok Sunni yang selama ini menentangnya.

"Saya telah memerintahkan angkatan udara Irak untuk menghentikan penembakan terhadap daerah-daerah sipil bahkan di kota-kota yang dikendalikan oleh ISIS," kata Abadi melalui akun twitter pribadinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, para warga Sunni melayangkan protes karena wilayah mereka telah diserang oleh pasukan udara selama dua hari.

Herak, sebuah kelompok oposisi Sunni yang menyebabkan protes anti pemerintah dan dekat dengan kelompok Sunni bersenjata menyambut baik keputusan Abadi itu. Bahkan, Perwakilan PBB di Irak, Nickolay Mladenov, menyambut baik keputusan Abadi untuk menghentikan serangan udara di wilayah sipil.

"Melindungi warga sipil dan memastikan keselamatan dan keamanan mereka merupakan prioritas penting bagi PBB," kata Mladenov.

Seperti diketahui, ISIS merebut kota-kota Irak Mosul dan Tikrit pada bulan Juni dan telah mengumumkan kontrol kekhalifahan Islam di daerah itu.

Para pejuang ISIS telah mengejutkan dunia dengan aksi pembunuhan Sunni, Syi'ah, Kristen, Yazidi dan Kurdi. Pemerintah Barat dan negara-negara islam takut warganya yang ikut berjuang dengan ISIS bisa mengancam keamanan nasional jika mereka kembali.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry telah berkeliling ke berbagai wilayah Timur Tengah untuk berkoordinasi terkait respon dengan semakin berkembangnya kekuasaan ISIS di wilayah Suriah Timur dan Iraq Barat. Menurut John Kerry, Mesir mempunyai peran pentung untuk menghacurkan ideologi ISIS.



(kha/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads