Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/9/2014), banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras berkepanjangan di wilayah India dan Pakistan yang saling berbatasan telah merenggut lebih dari 450 nyawa, dari kedua negara.
Kini, genangan air mulai surut dan mulai menunjukkan kekacauan yang terjadi akibat bencana alam ini. Otoritas setempat mulai menjangkau warga yang terjebak, termasuk di Srinagar yang merupakan kota terbesar di Kashmir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah federal India memperkirakan, sedikitnya 200 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor ini. Sedangkan sekitar 130 ribu orang lainnya berhasil diselamatkan.
"Lebih dari 200 ribu orang masih terjebak, tapi jumlah pastinya susah dihitung," ucap Shantmanu.
Namun otoritas kesehatan setempat mengkhawatirkan munculnya wabah penyakit akibat banyaknya bangkai binatang yang tergeletak begitu saja di jalanan, dekat pemukiman warga.
Kepala menteri wilayah setempat, Omar Abdullah yang menjadi sasaran kemarahan publik atas lambannya respons terhadap bencana alam ini, menegaskan bahwa rumah warga yang hancur akan dibangun kembali sebelum musim dingin tiba.
Abdullah juga menyatakan, disinfektan seperti klorine akan digunakan untuk mencegah wabah penyakit. "Air minum yang bersih kini menjadi masalah. Saya telah meminta otoritas setempat untuk menggunakan obat demi mengurangi munculnya penyakit," ucapnya.
(nvc/mpr)











































