Gereja Megah di Nigeria Ambruk, 3 Orang Tewas

Gereja Megah di Nigeria Ambruk, 3 Orang Tewas

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 11:21 WIB
Gereja Megah di Nigeria Ambruk, 3 Orang Tewas
codewit.com
Lagos - Sedikitnya tiga orang tewas akibat ambruknya sebuah gedung di kompleks gereja megah di Nigeria. Kompleks gereja tersebut diketahui milik pendeta ternama di negara tersebut.

National Emergency Management Agency (NEMA) menuturkan gedung yang ambruk tersebut merupakan gedung guesthouse bagi jemaat gereja dari luar negeri yang hendak beribadah di gereja bernama Synagogue Church of All Nations (SCOAN) dengan pendeta TB Joshua sebagai pengkhotbahnya. SCOAN terletak di kota Ikotun.

"Terdapat tiga korban tewas. Sejumlah orang lainnya masih terjebak di dalam. Sedangkan 18 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dan telah dibawa ke sejumlah rumah sakit setempat," tutur koordinator NEMA, Ibrahim Farinloye kepada AFP, Sabtu (13/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendeta TB Joshua diketahui memiliki banyak pendukung fanatik di Nigeria serta dari negara lain. Mereka tertarik dengan kekuatan penyembuhan dan nubuatnya, yang terkenal di kalangan umat Nasrani dunia. Bahkan dia dijuluki yang dijuluki 'The Prophet' oleh pendukungnya.

Setiap minggu, Joshua berkhotbah di hadapan banyak jemaat di gereja supermegahnya di Ikotun. Menurut situsnya, SCOAN didatangi ribuan pengunjung baik domestik maupun mancanegara, setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Farinloye menuturkan, tim penyelamat dari NEMA bergabung dengan tim dari wilayah Lagos, kepolisian setempat, serta tentara Nigeria dalam upaya penyelamatan insiden ini.

Dijelaskan Farinloye, insiden ini terjadi ketika proyek pembangunan dilakukan pada gedung dua lantai di dalam kompleks gereja tersebut. Dimaksudkan gedung tersebut akan bertambah lantai, namun malah ambruk.

Tidak diketahui pasti identitas korban tewas serta orang-orang yang masih terjebak dalam insiden ini. SCOAN tidak merespon pernyataan AFP.

Sedangkan Farinloye dan seorang fotografer AFP yang ada di lokasi menyatakan, petugas keamanan gereja malah berusaha mencegah tim penyelamat dan awak media masuk ke lokasi kejadian.

"Mereka menyerang tim penyelamat," sebut Farinloye. Sementara fotografer AFP menyebut kamera miliki kru televisi dirusak.

(nvc/ndr)


Berita Terkait