"Kami akan berkontribusi dengan sekelompok 165 kolaborator, yang terdiri dari 62 dokter dan 103 perawat," tutur Menteri Kesehatan Kuba Roberto Morales Ojeda kepada para wartawan di Jenewa seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014).
Dikatakan Ojeda, para pekerja medis tersebut sebelumnya pernah berpartisipasi dalam situasi wabah dan mereka semua sukarela mengajukan diri mereka untuk misi ini. Menurut Ojeda, sebagian dari mereka saat ini telah tiba di Sierra Leone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO, Margaret Chan pun memuji langkah Kuba ini. Dikatakannya, ini merupakan kontribusi serupa terbesar sejauh ini dalam perang global untuk menanggulangi wabah Ebola.
Wabah Ebola paling buruk sepanjang sejarah ini, telah menewaskan lebih dari 2.400 orang dan menjangkiti dua kali lipat angka tersebut. Demikian menurut data terbaru yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO hari ini.
"Hingga 12 September, kita memiliki 4.784 kasus dan lebih dari 2.400 kematian," kata Chan.
"Di tiga negara yang paling terpukul, angkanya bergerak lebih cepat daripada kemampuan untuk menanggulanginya," pungkas Chan seraya menyerukan adanya respons yang lebih kuat, lebih cepat dari komunitas internasional.
(ita/ita)











































