Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyatakan negaranya tak akan bergabung dalam misi militer Amerika Serikat melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Inggris tidak akan terjun langsung ke negara berkonflik tersebut.
"Biar saya jelaskan, bahwa Inggris tidak akan bergabung dengan serangan udara apapun di Suriah," terang Menlu Hammond dalam kunjungannya di Berlin, Jerman, seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014).
"Kami telah membahasnya dengan parlemen kami tahun lalu dan kami tidak akan meninjau ulang posisi itu," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ISIS berusaha membentuk kesatuan atas wilayah-wilayah di Suriah dan Irak, tapi Suriah dan Irak sangat berbeda dalam hal lingkungan hukum dan dalam hal kebebasan militer secara masing-masing," ucapnya.
"Kami mendengarkan dengan sangat hati-hati semalam, atas apa yang disampaikan Presiden AS. Kami mendukung sepenuhnya pendekatan AS dalam mengembangkan regional dan internasional demi mendukung pemerintah Irak," terang Hammond.
Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, Hammond menyatakan bahwa dunia harus mencari strategi yang tepat untuk melawan ISIS, yang hingga kini belum terhentikan.
"Kita harus memukul mundur mereka. Kita harus menantang legitimasi mereka di mata muslim radikal dan proses tersebut telah dimulai dengan banyaknya cendekiawan muslim yang berbicara melawan ideologi mereka (ISIS)," ujar Hammond.
"Dan kita harus menantang mereka secara militer. Dan seperti saya katakan sebelumnya, kami akan melihat rencana AS secara hati-hati dan kami akan melihat hal terbaik apa yang bisa dilakukan AS dalam rencana tersebut, tidak mengesampingkan apapun saat ini," tandasnya.
(nvc/ita)










































