Operasi Diperluas, Jet Tempur AS akan Terbang dari Pangkalan Udara Irak

Operasi Diperluas, Jet Tempur AS akan Terbang dari Pangkalan Udara Irak

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 14:20 WIB
Operasi Diperluas, Jet Tempur AS akan Terbang dari Pangkalan Udara Irak
Ilustrasi
Washington - Pesawat tempur Amerika Serikat akan mulai terbang dari pangkalan udara Irak. Hal ini sebagai bagian dari operasi militer AS yang lebih agresif terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Penggunaan pangkalan udara Arbil ini menandai perluasan operasi militer AS terhadap ISIS di negara tersebut. Meskipun selama ini serangan menggunakan helikopter telah dilakukan dari luar pangkalan udara Irak.

Juru bicara Pentagon Laksamana Muda John Kirby memastikan, pesawat AS bersenjata dan berawak akan terbang dari Arbil, ibukota daerah otonomi Irak. Namun dia menolak untuk menjelaskan lebih detail. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014).

Jet tempur AS dan pesawat perang lainnya membombardir militan ISIS di Irak dalam beberapa minggu terakhir. Selama ini, pesawat-pesawat tersebut lepas landas dari pangkalan udara di luar Irak dan dari kapal induk AS yang ada di luar wilayah Irak.

Seorang pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya kepada AFP menuturkan, pangkalan udara di Arbil akan memberikan akses lebih mudah bagi jet tempur AS ke medan pertempuran.

Masih menurut pejabat tersebut, jet tempur memiliki jangkauan yang lebih rendah daripada pesawat pengebom atau pesawat pengintai. Kemudian dengan menggunakan pangkalan udara lebih dekat, akan memberikan lebih banyak waktu untuk menyerang target serta mengurang konsumsi bahan bakar.

Pentagon tidak menyebutkan lebih lanjut, pesawat jenis apa maupun berapa banyak pesawat yang akan dikerahkan ke Arbil.

"Masih ada sejumlah keputusan yang belum diambil demi solusi yang tepat," terang Kirby kepada wartawan.

Kendati demikian, Kirby mengindikasikan bahwa serangan udara AS di Irak akan semakin diperluas demi mendukung tentara Irak dan pasukan Kurdi, dalam melawan ISIS.

"Dukungan yang akan kami berikan bagi militer Irak akan lebih agresif dari udara," tandasnya, tanpa memberi penjelasan.

(nvc/ita)


Berita Terkait