Pukuli Remaja AS di Yeruslem, Polisi Israel Diadili

Pukuli Remaja AS di Yeruslem, Polisi Israel Diadili

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 11:22 WIB
Pukuli Remaja AS di Yeruslem, Polisi Israel Diadili
Ilustrasi (Reuters)
Yerusalem -

Seorang polisi Israel yang bertugas di perbatasan diadili atas pemukulan remaja asal Amerika Serikat. Polisi ini menganiaya dan melukai ABG keturunan Palestina-Amerika yang masih berusia 15 tahun tersebut, pada Juli lalu.

Polisi yang tidak disebutkan namanya ini diadili di pengadilan Yerusalem pada Rabu (10/9). Dia didakwa menggunakan kekuatan secara berlebihan, yang tak bisa dibenarkan terhadap remaja bernama Tariq Abu Khder pada 3 Juli lalu.

Insiden tersebut terjadi saat unjuk rasa di wilayah Shuafat, Yerusalem Timur. Si remaja AS tersebut berasal dari Florida, AS dan memegang kewarganegaraan ganda, yakni Palestina dan AS. Saat kejadian, dia tengah berlibur ke Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014), insiden tersebut terjadi sehari setelah penculikan dan pembakaran hidup-hidup Mohamed Abu Khder (16) yang merupakan sepupu Tariq. Tiga warga Israel telah diadili atas pembunuhan keji tersebut.

"Bukti yang ditemukan mendukung kesalahan polisi atas kejahatan keji, yang dilakukan setelah menangkap anak di bawah umur, yang juga diborgol saat itu," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Israel.

Tariq sendiri telah membantah dirinya ikut serta dalam unjuk rasa saat itu. Dia mengaku hanya melihat, namun terpaksa ikut kabur ketika polisi mulai mengejar para demonstran. Dia terjatuh dan tertangkap polisi, kemudian diborgol lalu dipukuli.

Aksi pemukulan brutal Tariq ini terekam video amatir yang diunggah di YouTube. Dalam video tersebut, terlihat Tariq yang tak sadarkan diri dan terborgol, terus dipukuli dan ditendang polisi Israel. Hal ini memicu protes keras AS dan meminta dilakukannya penyelidikan yang kredibel dan transparan atas insiden tersebut.

Paman Tariq yang telah pulang ke AS, menyebut dakwaan yang dijeratkan kepada polisi Israel tersebut hanya upaya menutup-nutupi aksi pemukulan keji dan upaya Israel untuk menenangkan AS belaka.

"Jika Tariq bukanlah warga negara Amerika, kita tidak akan pernah melihat adanya penyelidikan," ucap Yasin Abu Khder kepada AFP.

Dia menekankan bahwa sekelompok polisi Israel juga menyerang puluhan anak-anak lainnya saat itu. "Tapi kita tidak akan melihat peradilan lebih lanjut bagi anak-anak tersebut karena mereka bukan warga AS," imbuhnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait