AS Peringati 13 Tahun Tragedi 9/11, Obama Minta Rakyat Tak Takut

AS Peringati 13 Tahun Tragedi 9/11, Obama Minta Rakyat Tak Takut

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 08:58 WIB
AS Peringati 13 Tahun Tragedi 9/11, Obama Minta Rakyat Tak Takut
Reuters
Washington - Amerika Serikat tengah memperingati 13 tahun tragedi 11 September yang menewaskan ribuan orang tahun 2001 lalu. Presiden Barack Obama meminta rakyat AS untuk tidak menyerah pada ketakutan.

Obama dan istrinya, Michelle mengikuti saat hening sejenak di Gedung Putih pada Kamis (11/9), kemudian pergi ke Pentagon yang juga menjadi lokasi serangan Al-Qaeda pada tragedi berdarah 13 tahun lalu.

Menurut Obama, tim teroris yang menjadikan empat pesawat menjadi bom bergerak telah melakukan hal yang lebih besar dari menghancurkan gedung-gedung AS, termasuk menara kembar World Trade Center di New York.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka berusaha menghancurkan semangat kita dan ingin membuktikan ke dunia bahwa kekuatan mereka untuk menghancurkan lebih besar dari kekuatan kita untuk bertahan dan membangun kembali," ucap Obama seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014).

Lebih lanjut, Obama menyatakan bahwa Al-Qaeda telah meremehkan ketahanan AS.

"Kita terus melanjutkan hidup karena sebagai rakyat Amerika, kita tidak menyerah pada ketakutan. Tidak akan pernah," tegasnya.

Pernyataan Obama ini menjadi penting setelah AS menyatakan perlawanan keras terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merajalela di Irak dan Suriah. Obama bahkan telah memberikan izin bagi serangan udara terhadap ISIS di Suriah, setelah sebelumnya di Irak.

Peringatan juga digelar di Ground Zero, New York, yang dihadiri oleh otoritas setempat dan keluarga korban. Upacara dimulai dengan masa hening pada pukul 08.46 waktu setempat, Kamis (11/9), waktu yang sama ketika pesawat pertama menabrak menara kembar WTC.

Keluarga korban kemudian membacakan satu per satu nama-nama korban yang jumlahnya nyaris mencapai 3 ribu orang, baik dari serangan di New York, Pentagon, dan Shanksville, Pennsylvania.

Sejumlah masa hening lainnya akan kembali digelar sepanjang hari di New York, termasuk menandai ambruknya dua gedung menara kembar.

(nvc/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini