Obama dan istrinya, Michelle mengikuti saat hening sejenak di Gedung Putih pada Kamis (11/9), kemudian pergi ke Pentagon yang juga menjadi lokasi serangan Al-Qaeda pada tragedi berdarah 13 tahun lalu.
Menurut Obama, tim teroris yang menjadikan empat pesawat menjadi bom bergerak telah melakukan hal yang lebih besar dari menghancurkan gedung-gedung AS, termasuk menara kembar World Trade Center di New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Obama menyatakan bahwa Al-Qaeda telah meremehkan ketahanan AS.
"Kita terus melanjutkan hidup karena sebagai rakyat Amerika, kita tidak menyerah pada ketakutan. Tidak akan pernah," tegasnya.
Pernyataan Obama ini menjadi penting setelah AS menyatakan perlawanan keras terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merajalela di Irak dan Suriah. Obama bahkan telah memberikan izin bagi serangan udara terhadap ISIS di Suriah, setelah sebelumnya di Irak.
Peringatan juga digelar di Ground Zero, New York, yang dihadiri oleh otoritas setempat dan keluarga korban. Upacara dimulai dengan masa hening pada pukul 08.46 waktu setempat, Kamis (11/9), waktu yang sama ketika pesawat pertama menabrak menara kembar WTC.
Keluarga korban kemudian membacakan satu per satu nama-nama korban yang jumlahnya nyaris mencapai 3 ribu orang, baik dari serangan di New York, Pentagon, dan Shanksville, Pennsylvania.
Sejumlah masa hening lainnya akan kembali digelar sepanjang hari di New York, termasuk menandai ambruknya dua gedung menara kembar.
(nvc/asy)










































