Lawatan Kerry ke Saudi ini sebagai bagian dari tur Timur Tengah-nya untuk membangun koalisi anti-ISIS yang terdiri dari lebih dari 40 negara. Dalam pertemuan di Jeddah tersebut seperti dilansir AFP, Kamis (11/9/2014), Kerry akan membahas langkah-langkah untuk mengalahkan para jihadis ISIS di Suriah dan Irak.
Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama memerintahkan perang tanpa henti terhadap kelompok radikal ISIS. Obama pun telah memberi lampu hijau untuk melakukan serangan udara di Suriah guna menggempur target ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengeksekusi para tahanan. Mereka membunuh anak-anak. Mereka memperbudak, memperkosa dan memaksa wanita-wanita untuk menikah," cetus Obama dalam pidatonya seperti dilansir kantor berita AFP.
"Saya tak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap ISIL di Suriah, juga di Irak," tutur Obama menggunakan nama lain dari ISIS. "Ini prinsip dasar kepresidenan saya: jika kalian mengancam Amerika, kalian tak akan mendapatkan tempat yang aman," tegasnya.
Dalam pertemuan dengan 10 negara Arab dan Turki yang digelar di Jeddah, Kerry akan berupaya mendapatkan dukungan untuk kampanye militer AS terhadap ISIS. Negara-negara tersebut termasuk Libanon, Mesir, Irak, Yordania.
"Banyak dari negara-negara itu yang telah mengambil tindakan terhadap ISIL," ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS. ISIL merupakan nama lain dari kelompok radikal ISIS.
"Namun lawatan oleh Menteri (Kerry-red) akan memperluas koalisi dan menjadikannya untuk lebih fokus dan menggencarkan upaya-upaya," imbuhnya.
(ita/ita)











































