Shannon Maureen Conley ditangkap pada April lalu, ketika dia hendak terbang ke Turki untuk bertemu dengan seorang jihadis ISIS yang hendak dinikahinya. Anggota ISIS yang hendak dinikahi Conley tersebut pernah bertempur untuk ISIS di Suriah. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (11/9/2014).
Persidangan atas Conley dimulai pada Juli lalu, namun pada Rabu (10/9) waktu setempat, jaksa mengumumkan kesepakatan keringanan hukuman sebagai konsekuensi atas pengakuan Conley dalam kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bekerja sama dan memberitahu seluruh dan sejujurnya... terkait semua hal yang diketahuinya terkait individual lainnya yang terlibat dalam menyediakan atau berusaha menyediakan material dukungan... terhadap setiap organisasi teroris," demikian pernyataan dalam kesepakatan tersebut.
Conley yang dikenal sebagai gadis pendiam, tibat-tiba berubah sekitar 6 bulan sebelum penangkapannya. Perubahan ini terjadi setelah Conley berkenalan dengan seorang pria berusia 32 tahun dan berasal dari Tunisia yang disebut dengan inisial Y.M. dalam dokumen persidangan.
Setelah berkenalan akrab lewat internet, Conley setuju untuk bertunangan dan bergabung dengan Y.M. di Suriah. Conley yang merupakan asisten perawat bersertifikat ini menawarkan bantuan apapun semampunya bagi Y.M.
Dalam persiapannya, Conley bergabung dengan US Army Explores (USAE) pada September 2013 lalu untuk mendapat pelatihan militer AS, demi mempelajari taktik dan persenjataan AS.
Conley ditangkap apart AS di bandara Denver pada 8 April lalu, ketika hendak terbang ke Istanbul via Frankfurt. Conley dijerat dakwaan konspirasi untuk membantu organisasi teroris asing dan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda US$ 250 ribu (Rp 2,9 miliar) jika dinyatakan bersalah.
(nvc/try)











































