Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di wilayah konflik Ukraina timur, pecah di udara setelah terkena banyak obyek berkecepatan tinggi. Demikian hasil laporan awal investigasi penembakan MH17, yang dirilis hari ini oleh Komisi Keamanan Penerbangan Belanda, OVV. Ini merupakan laporan resmi pertama yang dirilis mengenai MH17.
"Penerbangan MH17... yang dioperasikan Malaysia Airlines pecah di udara karena kerusakan struktural yang disebabkan banyak benda berkecepatan tinggi yang menembus pesawat dari luar," demikian laporan awal atas tragedi MH17 yang menewaskan 298 orang, sebagian besar warga Belanda.
Dalam laporan itu juga disebutkan, perekam suara di kokpit pesawat menunjukkan data-data penerbangan normal dan tiba-tiba terhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada masalah teknis," demikian disampaikan dalam laporan setebal 34 halaman tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/9/2014).
OVV menyatakan, laporan awal ini berisi informasi faktual yang didasarkan pada sumber-sumber yang bisa didapat OVV. Laporan itu tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa maut itu. Sementara laporan lengkap mengenai MH17 baru akan keluar pada pertengahan tahun 2015.
"Kami menyelidiki penyebab kecelakaan dan bukan tentang siapa yang bertanggung jawab," tandas juru bicara OVV, Sara Vernooij.
Negara-negara Barat menuding para separatis pro-Rusia telah menembak jatuh pesawat MH17 dengan rudal darat-ke-udara yang dipasok Moskow. Namun Rusia menyalahkan pasukan pemerintah Ukraina atas insiden tragis tersebut.
(ita/ita)











































