Pusat medis dengan 62 tempat tidur pasien tersebut akan dibangun dan dioperasikan oleh para teknisi militer dan staf medis. Lokasinya di dekat ibukota Freetown.
Wabah Ebola sejauh ini telah menewaskan 491 orang di Sierra Leone. Negeri itu merupakan satu dari tiga negara Afrika yang menjadi pusat wabah Ebola, yang telah merenggut lebih dari 2 ribu nyawa sejauh ini.
"Skala masalah ini mengharuskan komunitas internasional untuk berbuat lebih banyak guna membantu negara-negara yang terkena, karena itulah Inggris bekerja sama dengan pemerintah Sierra Leone untuk membangun fasilitas perawatan medis baru di dekat ibukota mereka, Freetown," ujar Menteri Pembangunan Internasional Inggris Justine Greening, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/9/2014).
"Ketika pusat tersebut telah berdiri dan berjalan, itu akan memungkinkan Inggris memberikan penanganan medis bagi para pekerja kesehatan lokal dan internasional, serta perawatan untuk penduduk yang lebih luas," imbuh Greening.
Dalam jangka panjang, badan amal Save the Children mungkin akan mengelola pusat medis tersebut.
Sebelumnya, seorang perawat asal Inggris yang terjangkit virus Ebola saat bekerja di Sierra Leone, telah sembuh dari penyakit mematikan itu setelah pria tersebut diterbangkan oleh pesawat militer ke Inggris dan dirawat di rumah sakit London.
(ita/ita)











































