Dilansir dari AFP, Selasa (9/9/2014), kelompok islam militan Al-Shabaab mengaku berada di balik serangan ini. Kelompok ini sebelumnya bersumpah untuk membalas kematian pemimpinnya, Ahmed Abdi Godane yang tewas dalam serangan udara AS pada Senin (1/9) lalu.
"Mobil yang dikemas dengan bahan peledak menabrak trus lapis baja. 12 warga sipil di sebuah minibus tewas, dan 27 lainnya terluka," ujar Gubernur Mogadishu, Adukadir Mohamed Sidi kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang saksi melaporkan ledakan besar terjadi saat banyak warga sipil sedang sibuk beraktivitas di jalan raya. Para warga sipil yang sedang melintas dari kota ke Ibukota itu pun terjebak dalam ledakan.
"Saya melihat 2 minibus dengan genangan darah. Banyak warga sipil tewas, ledakan itu sangat besar," kata seorang saksi mata, Ali Muhidin.
Juru bicara Al-Shabaab Abdulaziz Abus Musab menyebut bom bunuh diri itu sebagai 'serangan yang terberkati'. Kelompok militan itu pun membual berhasil membunuh warga asing termasuk 4 warga AS dan Afrika Selatan dalam serangan tersebut. Meski begitu, saksi dan pemerintah setempat menyatakan tidak ada bukti untuk mendukung klaim itu.
Pemerintah Somalia pada Sabtu (6/9) telah memperingatkan gelombang serangan balasan dari Al-Shabaab. Ini menyusul terbunuhnya komandan mereka, Ahmed Abdi Godane. Serangan bom bunuh diri ini sendiri merupakan serangan besar pertama sejak Godane tewas.
(ear/mpr)











































