Amerika Serikat saat ini tengah berupaya menggalang koalisi internasional untuk memerangi ISIS. Dalam pembicaraan yang digelar di Cardiff Castle, Wales, Inggris, para pemimpin Australia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Turki dan AS membahas ISIS.
Dalam pertemuan itu dibahas tentang bagaimana Barat bisa bertindak untuk memerangi ISIS. "Semua orang setuju bahwa harus ada respons global," tutur sumber diplomatik Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (5/9/2014).
Dikatakan sumber tersebut, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pada para pemimpin Barat bahwa mereka harus siap menghadapi semua aspek perjuangan melawan ISIS, termasuk aspek militer. Serta bekerja sama dengan negara-negara tetangga mengenai isus pejuang asing ini.
Pada Kamis, 4 September waktu setempat, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, komunitas internasional punya kewajiban untuk menghentikan pergerakan ISIS. Diimbuhkannya, setiap permintaan dari pemerintah Irak terkait militan ISIS akan dipertimbangkan dengan serius oleh NATO.
AS telah melakukan serangkaian serangan udara terhadap para jihadis ISIS di Irak utara. Sementara Jerman telah setuju untuk mempersenjatai pasukan Kurdi dalam memerangi militan ISIS. Pemerintah Inggris pun tengah mempertimbangkan untuk mengambil langkah serupa.
(ita/ita)











































