Banyak warga asing yang ikut bergabung dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Amerika Serikat meyakini bahwa belasan warganya tengah bertempur untuk ISIS di Irak dan juga Suriah.
Juru bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren, seperti dilansir AFP, Jumat (5/9/2014), menyebutkan ada sekitar 100 warga AS yang beroperasi di dalam Suriah. Namun tidak diketahui dengan jelas untuk kelompok mana mereka bertempur.
"Kami meyakini mungkin ada sekitar belasan orang yang bergabung dengan ISIL (nama lain ISIS)," tutur Kolonel Warren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang makin mengkhawatirkan, pelaku jihad asing tersebut memegang paspor negara-negara Barat seperti AS dan negara Eropa lainnya. Mereka berpotensi untuk kembali ke negara masing-masing demi melakukan serangan teror.
Intelijen AS memperkirakan secara kasar bahwa 1.000 warga Eropa berada di Suriah untuk bertempur bagi militan setempat, meskipun belum tentu bagi ISIS.
Sedikitnya 1 warga AS yang bertempur untuk ISIS tewas dalam pertempuran di Suriah. AS masih menyelidiki laporan seorang warga AS lainnya yang tewas saat bertempur untuk ISIS.
Direktur Pusat Pemberantasan Terorisme Nasional AS, Matthew Olsen menyebutkan, Biro Investigasi Federal (FBI) telah menangkap sejumlah orang yang hendak terbang dari AS ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Namun, lanjutnya, sejauh ini belum ada indikasi bahwa ISIS merencanakan serangan teror di wilayah AS.
(nvc/ita)











































