"Ketika pendekatan tengah dieksplorasi untuk mulai menyelesaikan masalah konkret antara Kiev dan pemberontak, Kiev telah meminta untuk mengakhiri status non-aliansinya dan mulai bergabung dengan NATO," cetus Lavrov.
"Ini upaya terang-terangan untuk menggagalkan upaya-upaya untuk memulai dialog tentang menjamin keamanan nasional," imbuh Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/9/2014).
Ditambahkan Lavrov, pemerintah Rusia berharap agar dalam pertemuan Jumat, 5 September besok, Kiev dan separatis menerima rencana damai tujuh poin yang diusulkan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sebelumnya pada tahun 2008 silam, NATO menawarkan keanggotaan penuh pada Ukraina, ketika Rusia berperang melawan negara Georgia. Namun pada tahun 2010, Presiden Ukraina saat itu, Viktor Yanukovych memutuskan untuk mengambil kebijakan non-aliansi.
Pekan lalu, Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyatakan akan meminta parlemen untuk mencabut kebijakan non-aliansi negeri itu dan mendukung upaya keanggotaan NATO.
(ita/ita)











































