"Masyarakat yang kaum wanitanya bersinar adalah salah satu dari pilar besar pemerintahan ini," tutur Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/9/2014).
Sebelumnya, PM Abe telah berulang kali berbicara mengenai perlunya mengupayakan lebih banyak wanita masuk ke lapangan kerja, guna mengisi kesenjangan yang kian lebar dengan kaum pria di pasar tenaga kerja.
PM Abe ingin agar pada tahun 2020 mendatang, sekitar 30 persen posisi politik dan bisnis penting ditempati oleh kaum wanita. "Kita harus merevisi ide-ide yang melihat semuanya dari sudut pandang kaum pria," tutur Abe dalam pidatonya beberapa waktu lalu.
"Sumber daya yang kita punya, yang paling kurang dimanfaatkan adalah kekuatan wanita," tutur Abe. "Jepang harus menjadi tempat kaum wanita mendapatkan kesempatan untuk bersinar," imbuh pemimpin negeri Sakura itu.
Dalam kabinet sebelumnya hanya ada dua wanita yang diangkat menjadi menteri. Salah satu wanita yang diangkat PM Abe menjadi menteri adalah Yuko Obuchi, putri mantan PM Keizo Obuchi yang menempati posisi Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri.
(ita/ita)











































