Keempat tentara tersebut berasal dari Chad. Kejadian ini terjadi sehari setelah negosiasi dimulai antara pemerintah Mali dan enam kelompok pemberontak. Pertemuan yang digelar di Aljazair itu, dimaksudkan untuk mencapai perjanjian damai permanen di negara Afrika Barat yang terpecah-belah itu.
"Empat penjaga perdamaian dari Chad dilaporkan tewas. Limabelas orang lainnya terluka, termasuk enam orang yang dilaporkan mengalami luka serius," tutur juru bicara PBB Stephane Dujarric seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan bom ini dikecam oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menyampaikan dukacita mendalam kepada para keluarga korban tewas.
Dalam statemennya, Ban menyatakan "sangat bersedih" atas kematian keempat personel militer PBB tersebut. Namun ditegaskan pemimpin badan dunia itu, kematian mereka tak akan mengendurkan tekad PBB untuk mendukung rakyat Mali dalam mencapai perdamaian.
Perseteruan etnis, pemberontakan Tuareg dan perlawanan para milisi Islamis marak melanda Mali. Pemerintahan Mali dan berbagai kelompok pemberontak, khususnya Tuareg, saat ini tengah berupaya untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung beberapa dekade.
(ita/ita)











































