Mohamed Ali Nasri menuturkan, pria bersenjata menyerbu dan menyerang rumahnya di kota Kasserine, pada Senin (1/9) tengah malam. Nasri berhasil meloloskan diri ke atap rumah dan loncat ke bawah, sebelum akhirnya bersembunyi di salah satu rumah tetangganya.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/9/2014), Nasri mengalami patah tulang pada bagian kakinya akibat insiden ini. Namun untungnya sama sekali tidak ada tembakan pelaku yang mengenai tubuh Nasri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diketahui pasti pelaku serangan terhadap Nasri tersebut. Belum ada klaim dari kelompok tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas otoritas keamanan Tunisia dalam memburu kelompok militan setempat, dalam beberapa bulan terakhir.
Tunisia tengah berusaha keras mendirikan negara demokrasi secara penuh. Untuk pertama kalinya, Tunisia akan menggelar pemilu parlemen pada 26 Oktober mendatang, setelah parlemen mengadopsi konstitusi baru tahun ini.
Situasi negara ini pasca kerusuhan besar pada tahun 2010 lalu yang memicu revolusi besar-besaran di negara-negara Arab lainnya, seperti Libya, Mesir dan Suriah, berangsur-angsur stabil dan membaik.
Meskipun masih muncul ancaman dari kelompok militan setempat, yang sebagian besar dilakukan oleh militan Ansar al-Sharia jaringan Al-Qaeda, serta maraknya pasokan senjata bagi kelompok separatis yang ada di dalam wilayah Tunisia.
(nvc/nrl)











































