Angkatan Laut Jepang mengumumkan hal ini kepada publik, pekan ini. Menurut juru bicara AL Jepang, pihak polisi militer Jepang telah mengirimkan surat terhadap komandan militer dan juga jaksa.
Komandan Angkatan Laut Jepang menuturkan kepada wartawan, bahwa salah satu tentara bernama Koichi Goto (42) yang berpangkat Bintara tengah diperiksa oleh otoritas setempat. Goto dicurigai kerap mem-bully juniornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identitas tentara yang bunuh diri ini tidak dirilis oleh keluarganya, namun dilaporkan dia berusia sekitar 30-an tahun. Tentara ini menghabisi nyawanya sendiri awal tahun ini, setelah beberapa kali dipukuli di bagian kepala oleh Goto. Menurut juru bicara militer Jepang, korban juga dipaksa untuk berlutut dengan kepalanya diletakkan di tanah.
Tidak hanya itu, ketika korban minta izin untuk istirahat, Goto malah mem-bully-nya. Hal ini disebutkan oleh juru bicara, terjadi lebih dari sekali dan cukup sering.
Terakhir kalinya, lanjut juru bicara ini, korban minta izin untuk cuti, namun Goto malah memaksanya untuk berdiri di lorong dengan ember. Nahas, sehari setelahnya, korban mengakhiri hidupnya. Tidak dijelaskan lebih lanjut dengan cara seperti apa korban bunuh diri.
Kepada otoritas militer setempat, Goto mengakui dirinya telah menerapkan penegakan disiplin yang berlebihan terhadap juniornya.
(nvc/nwk)











































